Wapres Dorong Sistem Pendidikan Modern

http://www.antaranews.com

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sistem pendidikan yang modern harus didukung dan didorong sehingga menjangkau kebutuhan bangsa ke depan. Ia mengatakan, bangsa Indonesia harus mendorong pendidikan yang memiliki kurikulum yang bisa menjangkau kebutuhan dan juga berdasarkan nilai keislaman yang sesuai dengan zaman. Hal itu diungkapkan Wapres usai acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Pesantren Modern Dea Malela di Pamangong, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu kemarin.

Wapres menegaskan, hal yang sama pentingnya adalah memperkuat sistem pendidikan yang mengedepankan pengetahuan teknologi guna menghadapi tantangan global.

Wapres tiba di Pamangong dengan menggunakan helikopter dari Lombok didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeldjono,  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Wakil DPR RI Fahri Hamzah, Gubernur NTB Zainul Majdi, dan Pendiri Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela Din Syamsuddin.

Wapres berada di Pamangong, yang berjarak 35 km dari pusat kota Sumbawa Besar itu, untuk meletakkan batu pertama pembangunan gedung yang diperuntukkan bagi pengajar pesantren yang diberi nama Bait Kalla. Nama pesantren modern tersebut dinisbatkan kepada Imam Ismail Dea Malela, seorang ulama kelahiran Gowa Makassar yang pindah ke Pamangong Sumbawa untuk mengembangkan dakwah Islamiyah disana.

VP Encourages Development of a Modern Education System

http://www.antaranews.com

Vice President M. Jusuf Kalla (JK) has encouraged the development of a modern education system to meet future demands. He said that the nation must encourage the development of an education system, with curriculum that meets future needs and is based on Islamic values and in accordance with the current era. The vice president stated after the groundbreaking ceremony for the construction of a housing complex for the teachers of the Dea Malela modern Islamic boarding school in Pamangong, Sumbawa District, West Nusa Tenggara Province, on Wednesday.

Of equal importance is the need to strengthen the education system with technological knowledge to face the global challenges, he affirmed.

Kalla arrived in Pamangong aboard a helicopter from Lombok District, accompanied by Public Works and Housing Minister Basuki Hadimoeldjono, State Administrative and Bureaucratic Reforms Minister Yuddy Chrisnandi, Deputy Chairman of the House of Representatives Fahri Hamzah, West Nusa Tenggara Governor Zainul Majdi, and patron of the Dea Malela Education and Culture Foundation Din Syamsuddin.

The vice president paid a visit to Pamangong, which is located 35 kilometers from the Sumbawa Besar City, to inaugurate the groundbreaking ceremony for the construction of a housing complex for the teaching staff of the modern Islamic boarding school named Bait Kalla.
The name of the modern Islamic boarding school was derived from Imam Ismail Dea Malela, who was born in Gowa, South Sulawesi, and then moved to Pamangong, Sumbawa, to spread the values of Islam.

Link: http://www.antaranews.com/en/news/105797/vp-encourages-development-of-a-modern-education-system

antaranews_VP Encourages Development of a Modern Education System

Kurikulum SMK tengah Disiapkan Lebih Profesional

Media Indonesia, halaman 9

Pemerintah tengah merumuskan kembali kurikulum dan rasio perbandingan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik dengan sekolah menengah atas (SMA). Tujuannya ialah agar lulusan SMK dan politeknik sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang memiliki sikap profesional dan berkompeten dalam menghadapi persaingan global saat ini. Hal itu disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Puan menjelaskan, pembicaraan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan SMK dan politeknik dinilai serius sehingga melibatkan tiga kementerian koordinator di lingkup Kabiner Kerja. Ia menambahkan, ada dua hal yang perlu dilakukan dalam merevitalisasi pendidikan vokasi, yakni pendidikan dan pelatihan. Pendidikan bisa dilakukan di sekolah-sekolah SMK dan politeknik, sedangkan pelatihan berupa kursus atau pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan riil dilakukan di dunia usaha.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan semua pihak perlu bekerja sama dalam mewujudkan standar kompetensi tenaga kerja profesional. Kesamaan pandangan, rencana, dan strategi sangat diperlukan agar lulusan vokasi tidak kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, selain perubahan kurikulum dan rasio antara SMK dan SMA yang tidak berimbang, mutu tenaga pendidik SMK juga akan ditingkatkan. Ke depan, pemerintah akan berkonsentrasi pada aspek mutu pendidik.

SMK Curriculum Being Prepared to be More Professional

Media Indonesia, page 9

The government is in the midst of reformulating the curriculum and ratio of vocational high schools (SMK) and polytechnics with high schools (SMA). The aim is to ensure graduates of SMK and polytechnics to be in accordance with the needs of the working world having professional attitude and are competent in facing the current global competition. This was conveyed by Coordinating Minister of Human Development and Culture Puan Maharani.

Puan explained, discussion on improving the quality and competencies of graduates of SMK and polytechnics is considered serious hence involving three coordinating ministries in the scope of the Work Cabinet. She added there are two matters that need to be done in revitalizing vocational education, namely education and training. Education could be done in SMK and polytechnic schools, whereas training in the form of courses or training in line with real needs are done in the business world.

Coordinating Minister of the Economy Darmin Nasution said all parties need to work together to realize a professional workforce competency standard. Similarity in views, plans, and strategies is very much needed so that vocational graduates have no difficulty in obtaining jobs.

Meanwhile, Minister of Education and Culture Anies Baswedan said in addition to the curriculum change and ratio between SMK and SMA which are imbalanced, the quality of vocational educators would also be improved. In future the government would concentrate on the aspect of educator quality.

Media Indonesia_kurikulum smk tengah disiapkan lebih profesional

Gencarkan Penerapan Kurikulum 2013

Jawa Pos, halaman 30

Penerapan Kurikulum 2013 (K-13) makin digencarkan sekolah di wilayah DKI Jakarta. Sebab, pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan seluruh sekolah dapat menerapkan kurikulum tersebut. Hal itu menjadi target Dinas Pendidikan (Dispendik) DKI Jakarta.

Kepala Dispendik DKI Jakarta, Sopan Andrianto, mengatakan, pada tahun ajaran 2016-2017,  Kemendikbud mengesahkan lebih dari 500 sekolah di wilayah DKI Jakarta untuk menerapkan K-13. Sebanyak 90 persen sekolah di DKI Jakarta sebenarnya sudah siap menerapkan K-13, namun hal itu dilakukan secara bertahap.

Salah satu sekolah yang akan menerapkan K-13 pada tahun ajaran 2016-2017 adalah SMPN 177 Jakarta. Kepala Sekolah SMPN 177 Jakarta, Yoyo Sukaryo mengatakan, guru-guru di sekolahnya sudah mendapat pelatihan K-13 dan sarana prasananya pun sudah siap. Namun, Yoyo mengakui jika sekolahnya belum memiliki buku K-13. Pihaknya sedang menunggu  apakah buku tersebut akan disiapkan Kemendikbud  atau pihak sekolah yang akan membelinya.

Sementara itu, penerapan K-13 di SMAN 1 Jakarta sudah berjalan selama tiga tahun. Hingga saat ini, guru-guru di sekolah itu masih diberi pelatihan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Meskipun K-13 sudah diterapkan selama tiga tahun di sekolah itu, namun dampaknya belum terlalu terlihat. Kepala SMAN 1 Jakarta, Masayu Yuliana menila,  hal itu belum bisa diukur karena sekolahnya baru meluluskan satu angkatan.

Implementation of 2013 Curriculum Intensified

Jawa Pos, page 30

The 2013 Curriculum (K-13) implementation is getting intensified by schools in DKI Jakarta Province since the Education and Culture Ministry set a target that all schools will have applied the curriculum by 2017. Accordingly, it also becomes the DKI Jakarta Provincial Education Agency’s target.

The DKI Jakarta Provincial Education Agency Head Sopan Andrianto said in the 2016/2017 academic year, the Education and Culture Ministry approved more than 500 schools in DKI Jakarta to apply K-13. Actually, as much as 90 percent of schools in DKI Jakarta were ready to apply K-13 but the curriculum implementation would be gradually carried out.

One school that will apply K-13 in the 2016/2017 academic year is state junior high school SMPN 177 Jakarta. SMPN 177 Jakarta principal Yoyo Sukaryo said the school teachers had completed the K-13 trainings and the required facilities and infrastructures were already in place. However, Yoyo admitted the school did not have yet K-13 textbooks. The school is still awaiting confirmation whether the books would be provided by the Education and Culture Ministry or schools must buy it by themselves.

Meanwhile K-13 has been applied in state senior high school SMAN 1 Jakarta for three years. To date, the school teachers are still trained by the Education Quality Assurance Agency (LPMP). While K-13 has been applied by the school for three years, its impact is not visible yet. SMAN 1 Jakarta principal Masayu Yuliana argued the impact could not be measured yet since insofar there was only one batch of graduates from the K-13 implementation.

jawa pos_gencarkan penerapan kurikulum 2013

Pilih Kurikulum 2013 untuk Sekolah di DKI

Jawa Pos, halaman 30

Sekolah-sekolah di DKI Jakarta terus melakukan persiapan jelang tahun ajaran 2016-2017. Sebab, dalam tahun ajaran tersebut, Dinas Pendidikan (Dispendik) DKI mencatat leih dari 500 sekolah, baik negeri maupun swasta, menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK.

Kepala Dispendik DKI Sopan Adrianto mengatakan, ada 90 persen sekolah yang hendak menerapkan K-13, namun masing-masing sekolah mendapat penilaian atas kesiapan untuk penerapan K-13 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam tahun ajaran 2016-2017, jumlah SMP yang mendaftar untuk menerapkan K-13 mencapai 800 sekolah.

Namun, lanjut Sopan, SMP yang mendapat persetujuan Kemendikbud hanya mencapai 25 persen, atau sebanyak 204 sekolah. Begitu juga halnya jenjang SD yang juga mencapai 25 persen. Sementara, untuk jenjang SMA yang mendapat persetujuan Kemendikbud untuk menerapkan K-13 sebanyak 348 sekolah. Sedangkan, untuk SMK sebanyak 148 sekolah.

Sopan menjelaskan, semua sekolah di DKI boleh mengajukan ke Dispendik untuk kemudian diteruskan ke Kemendikbud. Untuk pengajuan penerapan K-13, terdapat dua cara, yaitu ditetapkan Kemendikbud dan secara mandiri. Pengajuan secara mandiri ditujukan untuk mempercepat akselerasi penerapan K-13 di semua sekolah di DKI.