Budaya Membimbing Masyarakat

Kompas, halaman 12

Di tengah merebaknya kekerasan komunal dan massal yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia, peran budaya dirasakan semakin penting. Budaya mampu membimbing masyarakat menjadi pribadi-pribadi yang lebih bertanggung jawab. Pentingnya kebudayaan tersebut disampaikan budayawan Franz Magnis-Suseno. Ia menyampaikan pandangannya terkait rencana pemerintah untuk menyusun kebijakan makro di bidang kebudayaan.

Menurut Franz, apabila setiap individu mempunyai sikap dan memegang nilai-nilai serta pendirian yang teguh, mereka tidak akan ikut-ikutan orang lain. Menurut dia, masyarakat Indonesia masih bersifat kolektivistik, mudah dihasut untuk melakukan hal-hal memalukan, seperti kekerasan dan menjarah. Karena itu, Franz menekankan pendidikan karakter dalam keluarga dan pendidikan formal. Selain memberikan pendidikan karakter, yang lebih prinsip adalah bagaimana menginternalisasi nilai-nilai di dalamnya.

Sementara itu, budayawan Mohammad Sobary menyatakan, pembudayaan melalui jalur pendidikan menjadi satu strategi dari kebijakan makro kebudayaan. Pendidikan sebagai jalur penanaman kebudayaan tidak hanya melibatkan pendidikan di sekolah, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. Maka, strategi pembudayaan perlu melibatkan orangtua, guru, dan semua unsur di dalam masyarakat, seperti pemuka adat.

Ia menambahkan, membangun kecerdasan yang hanya menekankan aspek kognitif, hasilnya adalah menciptakan para penghapal. Pendidikan harus menekankan dimensi evaluatif sehingga menciptakan penemu yang mendapatkan kearifan hidup.

Culture Guides Society

Kompas, page 12

Amid widespread communal and mass violence that occur in various places in Indonesia, the role of culture is felt to be ever more important. Culture is able to guide society into more responsible individuals. The importance of culture was conveyed by humanist Franz Magnis-Suseno. He expressed his views related to the government plan to formulate a macro policy in the field of culture.

According to Franz, if every individual has a firm attitude and firmly holds values as well as principles, they would not become followers of others. According to him, Indonesia is still a collectivistic society, easily provoked to do embarrassing things, such as violence and looting.   Therefore, Franz emphasized character education in the family and formal education. In addition to providing character education, what is more essential is how to internalize the values in them.

Meanwhile, humanist Mohammad Sobary stated acculturation through the education path becomes one strategy from the culture macro policy. Education as the path of instilling culture does not only involve education in school, but also in the family and society. So the strategy of acculturation needs to involve parents, teachers, and all elements in society, such as traditional leaders.

He added building intelligence by only emphasizing the cognitive aspect would result in creating rote specialists. Education should emphasize the evaluative dimension in order to create inventors who obtain wisdom in life.

kompas_budaya membimbing masyarakat

Pemerintah akan Bantu Mahasiswa Indonesia yang Terancam tidak bisa Melanjutkan Studi di Turki

www.thejakartapost.com

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Selasa (23/8) mengatakan, pemerintah Indonesja tengah mencari cara untuk memastikan kelanjutan studi ratusan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa PASIAD yang telah dicabut oleh pemerintah Turki.

Menlu Retno mengatakan, ia telah berbicara dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) serta Lembaga Pengelola Dana pendidikan (LPDP) guna membahas langkah-langkah kelanjutan studi para mahasiswa tersebut di Turki.

Retno menuturkan, berdasarkan data dari Kemenristek dikti, saat ini terdapat 248 mahasiswa Indonesia yang memperoleh beasiswa PASIAD. Empat di antaranya tengah mengejar gelar S-2, sedangkan sisanya  tengah menyelesaikan pendidikan S-1. PASIAD adalah lembaga bantuan untuk pengembangan sosial dan ekonomi bagi negara-negara di kawaasan Asia Pasifik, yang dihubungkan dengan ulama asal Turki yang bermukim di Amerika Serikat, Fathullah Gullen, yang dituduh oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendalangi kudeta gagal pada 15 Juli lalu.

Di Turki, mahasiswa Indonesia tersebar di 20 kota, dan mayoritas dari mereka berada di Istanbul, Ankara dan Kayseri. Kemenlu juga telah melakukan diskusi dengan pemerintah provinsi masing-masing guna membahas  mengenai kelanjutan pendidikan para mahasiswa tersebut.

Retno mengatakan, setelah melakukan pemetaan terhadap para mahasiswa itu, pihaknya akan membicarakan nasib kelanjutan pendidikan mereka karena beasiswa yang mereka terima dari PASIAD sudah tidak ada lagi. Pemerintah Indonesia, lanjut Retno, tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Turki, namun perlindungan terhadap mahasiswa Indonesia harus dilakukan.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia tersebut, Konsulat Indonesia di Istanbul telah mengumpulkan dana pribadi mereka untuk mensubsidi biaya penidikan salah seorang mahasiswa Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan. Menlu menolak untuk mengungkap identitas mahasiswa tersebut.

Govt to assist students at risk of losing university degrees in Turkey

www.thejakartapost.com

The government is seeking ways to ensure the completion of university degrees pursued by hundreds of Indonesian students in Turkey who had been grantees of PASIAD scholarships, the funding of which has been invalidated, a minister said on Tuesday.

Foreign Minister Retno LP Marsudi said she had spoken with the Technology, Research and Higher Education Ministry, the Culture and Education Ministry as well as the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) to discuss steps for the continuity of the education of the students.

There are currently 248 Indonesians studying on PASIAD stipends, Retno said, citing ministry data. Four of these are pursuing master’s degrees while the rest are studying for bachelor’s degrees. PASIAD, standing for Pacific Nations Social and Economic Development Association, is linked to US-based Muslim cleric Fethullah Gulen accused by Turkish President Recep Tayyip Erdoğan of orchestrating the failed coup attempt on July 15.

Indonesian students are spread across 20 cities in Turkey, with the majority of them located in Istanbul, Ankara and Kayseri. The Foreign Ministry has also begun discussions with the respective local governments on the education prospects of the students.

Retno said, after mapping out the students, ministry has to now chart out how these students can continue their schooling because it’s clear that the scholarships from PASIAD no longer exist. She added, Indonesia does not interfere with domestic politics, but the concern is about the protection of Indonesian students.

As proof of the government’s commitment, the Indonesian Consulate in Istanbul had collected personal funds to subsidize one student’s fees, after considering the urgency. The minister would not disclose the student’s identity.

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2016/08/24/govt-to-assist-students-at-risk-of-losing-university-degrees-in-turkey.html

the jakpost online_govt-to-assist-students-at-risk-of-losing-university-degrees-in-turkey

Pelajar Indonesia Raih 12 Medali di Dua Negara

Koran Sindo, halaman 2

Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang kompetisi internasional. Tim olimpiade matematika Indonesia tingkat SMP meraih 1 emas, 3 perak dan 4 perunggu di ajang Thailand International Mathematics Ceompetition (TIMC). Adapun empat siswa SMA mempersembahkan 4 medali perunggu di International Olympiad in Informatics (IOI) ke-28 di Kazan, Rusia.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengatakan, kontingen Indonesia juga mendapatkan penghargaan 1st Runner-up Team Contest dan medali perunggu sebagai 2nd Runner-up di Group Contest.

Hamid menjelaskan TIMC merupakan ajang bergengsi karena diikuti 296 peserta dari 74 tim. Siswa-siswi yang mengikuti kompetisi ini merupakan putra-putri terbaik di bidang matematika yang berasal dari 29 negara.

ke-29 negara itu yaitu Australia, Bulgaria, Belanda, Kanada, China, Siprus, Filipina, Ghana, Hong Kong, India, Iran, Kazakstan, Laos, Libanon, Makao, Tiongkok, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Nepal, Rumania, Afrika Selatan, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Tajikistan, Thailan, Uzbekistan dan Vietnam.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal (Ditjen) Dikdasmen Kemendikbud Supriono mengatakan, pada saat pelatihan, pihaknya tidak hanya menempa para peserta dengan pembinaan akademik semata, namun juga melibatkan aspek mental spiritual siswa, akhlak, kekompakan tim, kesehatan jasmani dan juga hiburan agar mereka tidak stress.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Dikdasmen Kemendikud, Purwadi Sutanto, mengatakan, perolehan prestasi siswa Indonesia dalam IOI ke-28 tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia dan Filipina yang memperoleh satu perunggu.

Indonesian Students Won 12 Medals in Two Countries

Koran Sindo, page 2

Indonesian students marked their proud achievements in international competitions. The Indonesian Mathematics Olympiad team for junior high level won one gold, three silvers and four bronzes in Thailand International Mathematics Competition (TIMC). There were also four Indonesian high school students who won bronzes medals in the 28th International Olympiad in Informatics (IOI) in Kazan, Russia.

Director General (Ditjen) for Primary and Secondary Education (Dikdasmen) of Ministry of National Education (Kemendikbud), Hamid Muhammad said that the contingents from Indonesia also won First Runner-Up Team Contest and a bronze medal for Second Runner-Up in the Group Contest.

Hamid revealed that TIMC is a prestigious event since it involved 296 participants from 74 teams. Students who participated in this competition are the best in mathematics from 29 different countries.

The 29 participating countries were Australia, Bulgaria, Netherlands, Canada, China, Cyprus, Philippines, Ghana, Hong Kong, India, Iran, Kazakhstan, Laos, Lebanon, Macau, Indonesia, Malaysia, Mexico, Mongolia, Nepal, Romania, South Africa, South Korea, Sri Lanka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Uzbekistan and Vietnam.

Meanwhile, Director of Junior High Development of Ditjen  of Dikdasmen Kemendikbud, Supriono, said that while in training, his Directorate did not only build up the participants’ academic aspects but also the students’ mental, spiritual, moral, teamwork, physical health and entertainment to prevent them from becoming stressed.

Director of Senior High of Ditjen of Dikdasmen Kemendikbud, Purwadi Sutanto, added that Indonesian students’ achievement in the 28th IOI was higher than those of Malaysia and the Philippines who only won one bronze.

sindo_pelajar indonesia raih 12 medali di dua negara

Pendidikan Kewirausahaan Dorong Inovasi

Kompas, halaman 12

Generasi muda Indonesia dinilai perlu mendapatkan pengenalan pendidikan kewirausahaan yang tak hanya fokus pada pendirian usaha bisnis. Pendidikan kewirausahaan perlu diberikan sejak dini di sekolah dan diarahkan untuk membentuk pola pikir kreatif serta inovatif. Dengan cara ini, kaum muda akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan berkat inovasi dan kreativitas yang dikembangkan mereka. Hal ini terungkap dalam kegiatan “Round Table Meeting of Entrepreneurship Educators”, di Jakarta, Kamid (18/8).

Presiden Ciputra Entrepreneurship Center Antoniun Tanan menjelaskan, pengembangan kewirausahaan di masyarakat dan generasi muda tidak cukup dilakukan dengan menggelar kompetisi pembuatan suatu usaha atau bisnis. Pendidikan kewirausahaan harus dikembangkan untuk mendorong lahirnya inovasi dengan dilanjutkan dengan proses inkubasi bisnis. Dari pengalaman Ciputra Entrepeneurship lebih dari satu dekade menggeluti pendidikan kewirausahaan, program ini tidak cukup apabila diperkenalkan di perguruan tinggi. Pendidikan kewirausahaan harus dimulai sedini mungkin.

Para guru mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dinilai memiliki peran strategis untuk mendorong semangat kewirausahaan di dalam diri siswa. Semangat ini tak hanya dibutuhkan ketika seseorang menjadi pengusaha, tetapi juga saat menjadi karyawan dan birokrat.

Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi menilai, praktisi bisnis perlu diajak untuk menginspirasi generasi muda agar menjadi pengusaha sukses. Kaum muda membutuhkan panutan untuk berkecimpung dalam kewirausahaan. Ia meyakini kewirausahaan menjadi solusi untuk membuat Indonesia lebih maju dan sejahtera. Kewirausahaan dapat diajarkan lewat pendidikan formal ataupun lewat pelatihan kepada masyarakat.