Anak-anak Korban Penggusuran akan Mendapatkan Kelas Motivasi dan Pelatihan

The Jakarta Post, halaman 4

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar kelas motivasi dan pelatihan bagi anak-anak korban penggusuran yang terpaksa pindah ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa), sehingga anak-anak tersebut dapat merencanakan dan membentuk masa depan yang lebih baik.

Proyek percontohan itu akan diadakan di tujuh rusunawa, yaitu rusunawa Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Pulo Gebang, Pinus Elok, Tipar Cakung, Komarudin dan Cakung Barat, semua di Jakarta Timur, dan rusunawa Daan Mogot di Jakarta Barat. Kelas motivasi dan pelatihan tersebut akan diselenggarakan di 37 rusunawa di seluruh ibukota dalam waktu dekat ini.

Program kelas yang dijuluki Program Impian tersebut akan diadakan selama 40 minggu, yang diadakan setiap hari Jumat dari pukul 14:00 sampai 15:00, untuk anak-anak usia antara 7 dan 12 tahun. Kelas tersebut akan dikelola bersama oleh PKK, Inspiration Factory Foundation (IFF) dan Reachout Foundation (ROF). IFF dan ROF adalah dua organisasi yang fokus pada pendidikan informal.

pendiri IFF, Jenny Tjoa, mengatakan, timnya telah menyelenggarakan beberapa program termasuk kelas akting, teater boneka, kelas olahraga, pelajaran kesehatan, kelas kreativitas dan pelajaran bahasa Inggris. Jenny mengatakan, tim IFF perlu memastikan bahwa anak-anak berada dalam kondisi psikologis yang baik ketika mereka pindah ke rusunawa tersebut.

Children to Receive Motivation, Training classes

The Jakarta Post, page 4

The Jakarta administration will hold motivational and training classes for children evicted from their houses and forced to move into low-cost rental apartments (rusunawa) so that the children can plan and shape a better future for themselves.

The pilot project will be held in seven rusunawa, namely Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Pulo Gebang, Pinus Elok, Tipar Cakung, Komarudin and Cakung Barat, all in East Jakarta, and Daan Mogot in West Jakarta. These class will be spread to 37 rusunawa throughout the capital in the near future.

The class, dubbed the Dream Program, will be held for 40 weeks every Friday from 2 p.m. until 3 p.m., for children aged between 7 and 12 years of age. The class will be managed jointly by Jakarta’s Family Welfare Movement (PKK), Inspiration Factory Foundation (IFF) and Reachout Foundation (ROF). IFF and ROF are two organizations that focus on informal education.

IFF founder, Jenny Tjoa, said, her team had provided some programs for the class including acting classes, puppet theater, sports classes, health lessons, creativity classes and English lessons. Jenny said, IFF team needs to ensure that the children will be in a good psychological state when they move to the rusunawa.

the jakarta post_children to receive motivation and training classes

IPB Bentuk Komunitas Peduli Autis

Republika, page 5

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membentuk Komunitas Peduli Autis Bogor (KPAB) untuk menjembatani anak-anak berkebutuhan khusus. IPB merangkul Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pemerintah Daerah Bogor untuk menumbuhkan kesadaran serta kepedulian terhadap mereka. Ketua KPAB Rizal Arif Windriatmoko mengatakan, komunitasnya menjadi mitra kerja pemda Bogor dalam membina dan memberikan pelayanan pada ABK khusus di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan utama KPAB adalah mengedukasi seluruh anggotanya, melatih cara terapi ABK, dan mengajak berinteraksi langsung dengan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Komunitas tersebut juga melakukan sosialisasi melalui media. Saat ini seluruh anggota KPAB masih berstatus mahasiswa IPB dan ke depannya KPAB akan membuka akses bagi masyarakat umum sebagai relawan yang ingin bergabung.

KPAB berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap ABK. Kepedulian itu akan menjadikan anak autis termotivasi untuk bersosialisasi dan membaur berkembang menjadi manusia dewasa yang bermanfaat. Rizal menambahkan, autis bukanlah suatu penyakit, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan. Oleh karena itu, apabila masyarakat mendapati ABK jangan malah menjauhi mereka, namun, tunjukkan rasa kepedulian.

IPB Forms Autism Care Community

Republika, page 5

Students of the Bogor Institute of Agriculture (IPB) established the Bogor Autism Awareness Community or Komunitas Peduli Autis Bogor (KPAB) to bridge children with special needs. IPB linked with the Foundation for Children with Special Needs or Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) and the Bogor Regional Administration (pemda) to promote awareness as well as concern for them. KPAB Chairman Rizal Arif Windriatmoko said, the community becomes a work partner of the Bogor pemda in fostering and providing services to children with special needs (ABK) in that area.

He said, KPAB’s main activities are to educate all its members, train how to practice ABK therapy, and invite direct interaction with parents who have children with special needs. The community also conducts familiarizing through the media. Currently all KPAB members are still IPB student status and in future KPAB will open access for the general public as volunteers who wish to join.

KPAB expects the public to raise awareness towards ABK. Such awareness would make autistic children motivated to socialize and mingle to develop into useful adults. Rizal added, autism is not a disease/illness, but a God-given gift. Therefore, if the public meets an ABK do not steer clear of them, but show a sense of caring.

republika_IPB bentuk komunitas peduli autis

Mendikbud Minta Pemda Berikan Ruang Anak Muda

http://www.antaranews.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta pemerintah daerah dan kepala daerah memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berkreasi tentang ide-ide kreatif, inovasi, dan mengembangkan nilai-nilai budaya.

Anies berharap, anak-anak muda kreatif yang mampu mengekspresikan tradisi dalam ekspresi kekinian diberi panggung. Menurut Anies, Indonesia tidak kekurangan anak muda yang bisa dan mau berbuat untuk memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.  Oleh karena itu, dia mengatakan, pemerintah, baik pusat maupun daerah berkewajiban untuk memfasilitasi dengan memberikan ruang guna memperluas jaringan dan mengekspos ide-ide kreatif anak muda agar bisa terus berkarya.

Anies mengakui saat ini banyak rumah budaya dan taman budaya di daerah yang tidak didanai dengan cukup. Beberapa hal yang menjadi alasan, jelasnya, dikarenakan tidak ada inisiatif dan juga aturan yang mewajibkannya. Dengan tidak adanya aturan mengenai pemberian ruang untuk kaum muda dalam mengembangkan budaya, lanjut Anies, pemda sering kali mengenyampingkannya karena hal tersebut tidak diatur dan tidak diharuskan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan budaya melalui World Cultur Forum 2016 yang akan diadakan di Bali pada Oktober mendatang.

Forum tersebut memberikan ruang bagi pemuda-pemuda internasional untuk berinteraksi berbagi pengalaman, khususnya budaya, untuk merumuskan gagasan dan solusi konkret untuk mendasarkan kebudayaan dalam pembangunan.

Mendikbud Asks Pemda to Provide Youth Space

http://www.antaranews.com

Minister of Education and Culture (Mendikbud) Anies Baswedan asked regional administrations (Pemda) and regional heads to provide space for young people to work on creative ideas, innovations, and develop cultural values.

Anies expects creative young people who could express traditions in contemporary expression to be given a stage. According to Anies, Indonesia is not in shortage of young people who could and are willing to do/act to fight for national values and Indonesia’s cultural values. Therefore, he said, the government, both the central as well as the regional are obligated to facilitate by providing space to expand the network and to expose young people’s creative ideas in order to continue working.

Anies admits currently there are many cultural houses and cultural parks in the regions which have not been adequately funded. Some reasons, he explained, is due to lack of initiative and rules that require it. With the absence of rules on providing space for young people in developing culture, continued Anies, pemda oftentimes set it aside because it is not regulated and is not required.

The central government through the Ministry of Education and Culture provides space for young people to develop culture through the World Culture Forum 2016 to be held in Bali next October.

The forum provides space for international youths to interact to share experiences, especially culture, to formulate ideas and concrete solutions for underpinning culture in development.

Link: http://www.antaranews.com/berita/556009/mendikbud-minta-pemda-berikan-ruang-anak-muda

antara_mendikbud minta pemda berikan ruang anak muda

Latihan Siaga Bencana Tingkatkan Kesiapsiagaan siswa

The Jakarta Post, halaman 5

Mengingat letak Aceh yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, latihan siaga bencana dianggap suatu keharusan bagi penduduk di Banda Aceh. Sebagai bagian dari upaya yang lebih luas guna meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana di Provinsi Aceh, sebanyak 200 siswa dari SD 50 Banda Aceh mengambil bagian dalam latihan bencana yang berlangsung selama akhir pekan.

Para siswa diajarkan bagaimana melindungi diri mereka selama terjadi gempa bumi dan juga belajar cara-cara sederhana untuk membantu mengobati orang yang terluka ketika gempa bumi atau tsunami terjadi.

Mereka terbagi ke dalam kelompok-kelompok kegiatan Roleplaying, siswa diberi kesempatan untuk berperan sebagai anggota tim evakuasi. Sebagian besar siswa menunjukkan antusiasme sementara bertindak bagian mereka dalam latihan, yang ditambahkan ke proses pembelajaran.

Simulasi ini diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Banda Aceh dan sekolah-sekolah, untuk meningkatkan kesiapan siswa.

Namun, banyak masyarakat di Aceh yang tidak memiliki pengetahuan dalam meminimalisasi risiko bencana. Berbagai organisasi telah menyelenggarakan berbagai program guna meningkatkan kesadaran akan hal ini.

Salah satu organisasi tersebut adalah Tsunami Disaster Mitigation Research Center, yang didirikan pada tahun 2006 dengan misi untuk melakukan penelitian dan advokasi untuk pengelolaan bencana yang lebih baik.

Organisasi ini juga aktif dalam merekomendasikan kegiatan siaga bencana untuk ditambahkan dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah selain mata pelajaran utama.

Gempa bumi yang terjadi di lepas pantai Aceh pada tahun 2004, memicu terjadinya tsunami yang menyapu wilayah pesisir Aceh pada 26 Desember Tsunami tersebut telah menewaskan lebih dari 120.000 orang dan menelantarkan lebih dari 800.000 orang.

Indonesia adalah negara yang paling parah terdampak dalam bencana itu, diikuti Sri Lanka, India dan Thailand.

Bencana itu dianggap telah membantu mengakhiri konflik separatis yang berlangsung selama tiga dekade di propinsi tersebut yang telah menyebabkan 15.000 orang tewas, kemudia, pasca-tsunami, pada pertengahan 2005, para komandan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sepakat untuk melakukan perjanjian damai yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia.