Toleransi Masyarakat Memprihatinkan

Media Indonesia, halaman 2

SIKAP toleransi siswa SMA dalam kehidupan keagamaan dan keberagaman, seperti yang ditemukan dalam penelitian, ternyata tidak berbanding lurus dengan sikap toleransi dalam masyarakat. Tingkat toleransi di kalangan masyarakat bahkan dinilai masih memprihatinkan. Menurut survei Setara Institut, dari 760 siswa responden, sebanyak 61,6% mempunyai sikap toleransi yang baik.

Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat menganggap hal itu terjadi karena penegakan hukum belum maksimal. Publik, kata Imdadun, sejatinya menginginkan kehidupan yang damai dan harmonis, jauh dari diskriminasi dan kekerasan.

Untuk itu, Imdadun menekankan pentingnya pendidikan publik dan gerakan civil society untuk mendorong optimisme publik agar bersikap toleran. Ormas keagamaan yang moderat seperti NU dan Muhammadiyah dapat dimanfaatkan untuk mendorong aksi-aksi toleran dalam masyarakat.

Di lain sisi, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Machasin menyampaikan apresiasi atas riset Setara Institute yang menunjukkan hasil positif mengenai kondisi toleransi siswa. Namun, Machsin tidak menampik masih tingginya intoleransi dalam masyarakat. Ia mencontohkan fakta di masyarakat seperti di Bali ada pelajar muslim tidak boleh berjilbab dan di Singkil, Aceh, ada pelajar nonmuslim diwajibkan belajar agama Islam. Dia meminta hal itu agar dapat ditangani dengan penuh kesadaran oleh pihak dinas pendidikan atau kanwil Kemenag di daerah serta kepala sekolah.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Ahmad Baedowi mengungkapkan, hasil riset Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip) 2011 menemukan fakta bahwa ada di antara guru agama (21,1%) ataupun siswa SMP dan SMA (25,8%) yang menganggap Pancasila sudah tidak relevan lagi sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Public Tolerance of Concern

Media Indonesia, page 2

The attitude of tolerance of high school (SMA) students in religious life and diversity, as found in a research, in fact is not directly proportional to the attitude of tolerance in society. The level of tolerance among the public is even considered still a concern. According to a Setara Institute survey, from 760 student respondents, a total of 61.6% have good attitude of tolerance.

Human Rights National Committee or Komnas HAM Chairman Imdadun Rahmat considers this matter occurs because law enforcement is not yet maximized. The public, said Imdadun, actually wants to live in peace and harmony, away from discrimination and violence.

To that end, Imdadun emphasized the importance of public education and civil society movements to encourage public optimism to be tolerant. Moderate religious organizations such as NU and Muhammadiyah could be used to encourage tolerant actions in society.

On the other hand, Director General of Islamic Community Guidance Kemenag Machsin expressed appreciation on the research of Setara Institute which showed positive results on the condition of student tolerance. However, Machsin did not dismiss the still high intolerance in society. He gave an example of the fact that in communities such as in Bali there are Muslim students not allowed to wear hijab and in Singkil, Aceh, there are non-Muslim students required to study Islamic religion. He asked for it to be handled with full awareness by the education agencies or Kemenag regional offices as well as school principals.

Meanwhile, Education Director of Sukma Foundation Ahmad Baedowi revealed, the research results of the Institute for Islamic Studies and Peace or Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip) 2011 found facts that there are among religion teachers (21.1%) or junior high (SMP) and high school (SMA) students (25.8%) who consider Pancasila to be no longer relevant as the ideology of the Unitary State of the Republic of Indonesia.

media indonesia-toleransi masyarakat memprihatinkan

Bangsacerdas.com Ramaikan Dunia Pendidikan Digital

Suara Pembaruan, halaman 16

Menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei dan seiring dengan perkembangan digital yang kian pesat, diharapkan para pelaku pendidikan di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi dalam menunjang proses belajar mengajar supaya lebih efektif.

Untuk itu, bangsacerdas.com hadir gunar mendukung proses tersebut, dan mengembangkan platform pendidikan berbasis multimedia. Hal itu diungkapkan CEO Bangsacerdas.com, Jupiter Zhuo, di Jakarta, Senin (2/5). Semenjak platform resmi diluncurkan pada 1 Januari 2016, peserta yang mendaftar pada platform bangsacerdas.com kini telah berjumlah 700 peserta.

Metode pengajaran di bangsacerdas.com, jelasnya bersifat interaktif. Di mana, peserta yang mengikuti kursus online dapat berinteraksi langsung dengan pengajar melalui forum. Selain itu, peserta juga bisa mengunduh (download) materi yang diberikan oleh pengajar.

Sebagai bagian kepedulian terhadap dunia pendidikan, bangsacerdas.com tengah mengadakan satu program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR), yaitu #bangsacerdaspeduli. Setiap peserta yang mendaftar pada platform bangsacerdas.com,  pihaknya menyumbangkan Rp 1.000,- yang akan diakumulasikan. Apabila mencapai nilai tertentu donasi tersebut akan disalurkan kepada sekolah-sekolah yang masih membutuhkan dalam bentuk buku.

Bangsacerdas.com Joining Digital Education World

Suara Pembaruan, page 16

In welcoming National Education Day on 2 May and in line with the substantial development in the digital world, educational actors in Indonesia are expected to employ technology to more effectively support the process of teaching and learning.

To this end, bangsacerdas.com is joining to support such a process and develop an educational platform on a multimedia basis as was explained by the CEO of bangsacerdas.com, Jupiter Zhuo, in Jakarta on Monday (2/5). Following the launch of this platform on 1 January 2016, bangsacerdas.com has gained 700 subscribers.

Bangsacerdas.com applies an interactive teaching method whereby those who are participating in the online course can have direct interaction with the teachers through the forum. In addition, participants can also download learning materials provided by teachers.

As part of its concern towards the world of education, bangsacerdas.com is holding a corporate social responsibility (CSR) program called #bangsacerdaspeduli. For each new participant registering at bangsacerdas.com, this platform donates Rp 1,000 that will be accumulated. When the donation reaches a certain figure, it will be donated to schools in need in the form of books.

suara pembaruan_bangsa cerdas com ramaikan dunia pendidikan digital

Sekolah Desa Akan Perkuat Aparatur

Koran Sindo, halaman 2

Langkah Aliansi Lembaga Swadaya masyarakat Bone (ALB) menginisiasi berdirinya Sekolah Desa mendapat apresiasi dari pemerintah. Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar, menilai keberadaan Sekolah Desa yang dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dan aparatur desa itu bernilai positif untuk kemajuan desa ke depan.

Sekolah Desa, lanjut Marwan, bisa membantu pemerintah dalam menjelaskan beberapa aturan pemerintah dan menggiatkan masyarakat. Karena, kenyataannya masyarakat belum tahu banyak peraturan-peraturan tentang desa.

Marwan menyarankan agar Sekolah Desa juga melibatkan perguruan tinggi agar kehadirannya mampu memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Namun, Sekolah Desa tidak bisa menggunakan dana desa untuk kegiatannya.

Sementara itu, penggagas Sekolah Desa, Fadly Sanusi mengatakan, gagasan Sekolah Desa dimaksudkan untk mengisi waktu luang para aparat desa dengan memberikan pemahaman yang komplet mengenai peraturan dan kebijakan tentang desa sehingga dapat mewujudkan desa kreatif, desa mandiri, dan juga kedaulatan desa.

Village Schools will Strengthen their Apparatus

Koran Sindo, page 2

The step taken by Aliansi Lembaga Swadaya masyarakat Bone (ALB) in initiating Village Schools has been appreciated by the government. Minister of Village, Development of Disadvantaged Regions and Transmigration, Marwan Jafar, claimed that Village Schools are something positive for the development of village futures by providing enlightenment to village communities and apparatus.

Village Schools can assist the government in explaining certain government regulations and encouraging communities. This will help answer the fact that most people lack sufficient knowledge about the regulations concerning villages.

Marwan suggested that Village Schools should also involve universities so that their existence can provide a positive value to the community. However, Village Schools cannot use the budget of the villages to fund their activities.

Fadly Sanusi, the initiator of Village Schools, said that the idea of Village Schools is intended to make use of the spare time of village apparatus by providing complete understanding on regulations and policies concerning villages to establish a creative and independent village plus enhance village sovereignty.

Koran Sindo_sekolah desa akan perkuat aparatur

Anggaran Dipangkas, Kemendikbud akan Kurangi Perjalanan Dinas

www.republika.co.id

Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipangkas sebesar Rp 6,5 triliun. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Suhardi mengatakan Kemendikbud pun mulai mengurangi perjalan dinas sebagai cara penghematan anggaran, termasuk biaya rapat-rapat dan honor-honor.

Kemudian hal yang berkaitan tentang langganan daya dan jasa, iklan serta pembangunan gedung kantor baru pun jadi imbasnya. Hal yang pasti, lanjut dia, pengurangannya ada pada kegiatan lain yang bukan prioritas utama juga.

Sebelumnya, pemerintah akhirnya memangkas anggaran sebesar Rp 50,016 triliun dari total anggaran dalam APBN Tahun Anggaran 2016.  Adapun Kementerian/Lembaga (K/L) yang mendapat pemotongan anggaran terbesar adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPERA) dan Kemendikbud.

Seperti dilansir laman setkab.go.id pada Senin (16/5), dari total anggaran sebesar Rp 104,080 triliun, anggaran Kemen-PUPERA dipotong sebesar Rp 8,495 triliun. Kemudian anggaran Kemendikbud dari total Rp 49,232 triliun dipotong sebesar Rp 6,523 triliun. Pemotongan anggaran ini tertuang dalam lampiran Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga.

Link: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/05/16/o79msd368-anggaran-dipangkas-kemendikbud-akan-kurangi-perjalanan-dinas