Program Gizi Anak Sekolah Diperluas

Kompas, halaman 11. Sabtu, Mei 27

Program Gizi Anak Sekolah atau Progas lewat makan bersama di sekolah dasar diperluas dalam upaya mendukung peningkatan prestasi belajar siswa. Pada 2016, Progas menyasar 38.457 siswa di 146 SD di dua provinsi. Tahun ini, Progas dilaksanakan di 563 SD di lima provinsi. Pencanangan Progas 2017 dilaksanakan di SD Nasional Kristen Naskat Mathias 3 Langgur, di Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (26/5).

Direktur Pembinaan SD Kemdikbud Wowon Widaryat mengatakan, proram yang digagas pemerintah pusat ini dilaksanakan di daerah yang mendapat dukungan pemerintah daerah untuk melaksanakan Progas berkesinambungan. Intervensi gizi kepada siswa di sekolah dibutuhkan. Sebab, banyak anak usia 6-14 tahun yang kesehatan status gizinya kurang. Lewat Progas juga diberikan pendidikan gizi kepada siswa, guru, dan orangtua. Yang tak kalah penting, pembiasaan karakter untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat sejak kecil.

Menurut Wowon, hasil program ini postif untuk siswa. Tingkat kehadiran siswa di sekolah meningkat, serta berat badan meningkat. Pada tahun ini, Progas ditingkatkan menjadi lima provinsi dengan sasaran sekitar 100.000 siswa SD. Di Maluku, program ini menyasar Kabupaten Maluku Tenggara (92 SD dan 10.849 siswa). Daerah lainnya adalah NTT, Papua, Papua Barat, dan Banten. Dana yang diberikan pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan makan bersama selama 120 hari.

Sementara itu, Kepala SD Nasional Kristen Mathias 3 Langgur Veronika K Rettob megatakan, pengolahan makanan berbahan lokal dibantu orangtua siswa, dengan harapan mereka mempraktikkannya di rumah. Makanan bergizi dibagikan kepada siswa saat istirahat.

School Children’s Nutrition Program Expanded

Kompas, page 11. Saturday, May 27

The School Children’s Nutrition Program or Progas through meals together in elementary school is expanded in an effort to support the improvement of student learning achievement. In 2016, Progas targeted 38,457 students in 146 primary schools in two provinces. This year, Progas is conducted in 563 primary schools in five provinces. Progas 2017 was launched at SD Nasional Kristen Naskat Mathias 3 Langgur, in Southeast Maluku Regency, Friday (26/5).

Director of SD Development Kemdikbud Wowon Widaryat said the program initiated by the central government is conducted in areas that have the support of regional administrations to implement sustainable Progas. Nutrition interventions to students in school are required; because, there are many children aged 6-14 years with poor nutrition.  Through Progas, nutrition education is also provided to students, teachers, and parents. No less important, is the habituation of character to run a clean and healthy lifestyle since childhood.

According to Wowon, the results of this program are positive for students. School attendance rates in schools are increasing, as well as the occurrence of weight gain. This year, Progas is upgraded to five provinces with a target of around 100,000 primary school (SD) students. In Maluku, the program targets Southeast Maluku Regency (92 SD and 10,849 students).  Other areas are NTT, Papua, West Papua, and Banten. Funds provided by the central government to support the eating together activities are for 120 days.

Meanwhile, the Principal of SD Nasional Kristen Mathias 3 Langgur Veronika K Rettob said, the food processing made of local materials/ingredients is assisted by parents, in the hope that they practice it at home. Nutritious meals are distributed to students during recess.

Menkes: Guru PAUD Kurang Paham Gizi

Republika, halaman 5

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek menilai pemahaman pemenuhan gizi juga harus diberikan pada guru PAUD. Pasalnya, ia menilai masih banyak guru PAUD kurang paham dengan pemenuhan gizi anak-anak. Hal itu diungkapkan Menkes  dalam diskusi Pentingnya Kerja sama Stakeholder untuk Perbaikan Gizi Indonesia, di Jakarta, Selasa (7/2).

Oeh sebab itu, Menkes mengusulkan, gerakan pemahaman pemenuhan kebutuhan gizi juga harus menyasar guru PAUD, tidak hanya anak-anaknya, meskipun  hal itu tidak mudah untuk mengubah mindset guru-guru yang sudah lama mengajar. Sebab, guru-guru itu yang akan mendidik dan membimbing anak-anak di sekolah.

Ia mengatakan, Kemenkes telah membuat road map atau peta jalan kesehatan masyarakat Indonesia. Di Indonesia, sebanyak 80 persen penduduknya sakit. Sementara di Belanda, hanya 10 persen penduduknya yang sakit.

Saat ini, Kemenkes berupaya menggaser persentase tersebut dengan penguatan puskesmas. Ia menegaskan, puskesmas bukan hanya tempat berobat untuk orang tidak mampu. Selain itu, Kemenkes memprogramkan pendekatan keluarga dengan komunitas kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Minister of Health: PAUD Teachers Lack Understanding of Nutrition

Republika, page 5

Indonesia’s Health Minister (Menkes) Nila F Moeloek assessed understanding of nutrition should also be given to early childhood (PAUD) teachers. The reason, she considered there are still many early childhood (PAUD) teachers less familiar with the fulfillment of children’s nutrition. This was expressed by the Minister of Health in the discussion on the Importance of Stakeholder Cooperation for Improving Indonesia’s Nutrition, in Jakarta, Tuesday (7/2).

Therefore, the Minister of Health proposed, the movement of understanding the fulfillment of nutritional needs should also be targeting early childhood teachers, not only the children, even though it is not easy to change the mindset of teachers who have been teaching a long time. The reasoning is these teachers would educate and guide children in school.

She said the Ministry of Health (Kemenkes) has made a road map of Indonesian people’s health. In Indonesia, 80 percent of the population is sick. While in the Netherlands, only 10 percent of its population is sick.

Currently, Kemenkes seeks to shift the percentage by strengthen community health centers (puskesmas). She affirmed that puskesmas is not a place just for the treatment of underprivileged people.  In addition, the Ministry of Health programs the approach of families with health communities through the Healthy Living Community (Germas) Movement.

Daging Bersubsidi akan Dijual di Sekolah-Sekolah di Jakarta

http://www.thejakartapost.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan daging beku bersubsidi di beberapa sekolah di Jakarta, hal tersebut ditujukan sebagai upaya Pemprov untuk meningkatkan prestasi siswa melalui peningkatan asupan gizi.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP), Mujiati, mengatakan daging sapi dan ayam beku akan dijual di bazaar dengan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat di mana hanya pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja yang bisa membelinya.

Ia mengatakan, pengadaan bazaar tersebut ditujukan untuk membantu siswa agar mendapatkan nutrisi yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja mereka di sekolah. Siswa harus membawa KJP dengan deposit yang cukup untuk membeli daging murah tersebut. Program ini, tambahnya, merupakan bagian dari serangkaian penjualan daging yang sebelumnya diadakan di kantor kabupaten dari 27-01 Juni-Juli lalu dan merupakan  kerjasama dengan rumah potong milik kota PT Dharma Jaya.

Dinas KPKP menjual daging sapi dan ayam beku untuk para pemegang KJP dengan harga masing-masing berkisar Rp 39.000 dan Rp 10.000 per kilogram. Harganya jauh lebih rendah dari harga pasar saat ini yang masing-masing berkisar Rp 89.000 dan Rp 35.000.

Subsidized Meat to be Sold at Jakarta Schools

http://www.thejakartapost.com

The Jakarta administration will provide subsidized frozen meat at several Jakarta schools on Monday in a bid to boost students’ performance by improving their nutritional intake.

Jakarta Food Security, Agriculture and Fisheries Agency head Mujiati said affordable frozen beef and chicken would be sold at bazaars at which only holders of Jakarta Smart Cards (KJP) could purchase the meat.

She said, the bazaars are aimed at helping students to get better nutrition to boost their performance at school. Students must bring their KJP with sufficient deposits for purchasing the meat. The program, she added, was part of a series of meat sales previously held at the district office from June 27 to July 1 in cooperation with city-owned slaughterhouse PT Dharma Jaya.

The agency sells frozen beef and chicken to KJP holders for Rp 39,000 (US$2.60) and Rp 10,000 per kilogram, respectively, much lower than the current market prices of Rp 89,000 and Rp 35,000.

the jakarta post_Subsidized Meat to be Sold at Jakarta Schools

Enam Kepsek Segera Dipecat

Republika, halaman 22

Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, telah memproses rencana pemecatan sebanyak enam kepala sekolah dasar (SD).

Pemecatan tersebut dilakukan karena keenam kepsek itu mengabaikan kebersihan lingkungan dan sanitasi sekolah. Ketua Baperjakat Pemkab Tangerang Iskandar Mirsyad mengatakan, pihaknya prihatin karena kepsek tersebut tidak dapat memberikan contoh yang baik kepada anak didik tentang pola hidup bersih. Bahkan, air pada toilet tidak mengalir dan menyebabkan anak didik terpaksa buang air kecil dan hajat di belakang sekolah. Padahal, Pemkab Tangerang telah mengeluarkan dana total Rp 58 miliar untuk perbaikan 700 unit sanitasi sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Abdul Gani mengatakan, hukuman yang diberikan kepada enam kepsek tersebut dinilai pantas. Pasalnya, sebagai pimpinan sekolah, kepsek tak mampu merawat sanitasi sekolah dengan baik. Pihaknya pun telah mendata sejumlah sanitasi sekolah yang tidak terawat dengan baik. Rata-rata minimnya perawatan akibat banyak siswa dan guru yang abai terhadap kebersihan.