Bandung Perpanjang Pendaftaran Siswa

Koran Tempo, halaman 10

Pemerintah Kota Bandung memperpanjang pendaftaran peserta didik baru (PPDB) hingga Kamis mendatang. Ketentuan itu berlaku untuk siswa tingkat SMP dan SMA/SMK. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, perpanjangan masa pendaftaran disebabkan oleh banyaknya peserta yang mengundurkan diri karena menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu. Akibatnya, kuota bangku sekolah melalui jalur akademik pun bertambah.

Maraknya penggunaan SKTM palsu di Kota Bandung dilakukan untuk mengakali seleksi masuk sekolah negeri. Siswa yang menggunakan SKTM akan mendapat prioritas di sekolah negeri dibanding siswa lain yang masuk melalui seleksi akademik. Untuk menyelidiki penggunaan SKTM palsu, Pihak Kota Bandung telah menggandeng kepolisian untuk mengusut kasus ini dan membawanya ke ranah hukum.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Badung, Elih Sudiapermana, mangatakan SKTM palsu banyak digunakan untuk mendaftar SMP dan SMA atau SMK negeri. Untuk SMP negeri di Kota Bandung, dari kuota jumlah siswa baru sekitar 40 ribu, sebanyak 58 persen menggunakan SKTM. Dibanding tingkat SMA/SMK, pendaftar siswa miskin tingkat SMP melonjak dibanding tahun lalu. Dampaknya, jatah pendaftar siswa dari jalur akademik pun terpangkas.

Dalam Surat Keputusan Wali Kota Bandung tentang Pendaftaran Peserta Didik Baru 2015, aturan pendaftar siswa miskin ditetapkan 20 persen dan bisa lebih dari total kursi siswa baru di sekolah. Siswa yang tidak diterima di negeri akan disalurkan ke swasta, dan siswa tersebut tidak boleh dipungut biaya dan akan disiapkan subsidi.

Bandung Extends New Student Registration Period

Koran Tempo, page 10

The Bandung City Government extends new student registration (PPDB) period until next Thursday. It is applied for junior high school and senior high school/vocational high school registration. Bandung Mayor Ridwan Kamil said the registration period was extended due to many registrars’ withdrawals after they used fake relief letters (SKTM). As a result, the school seat quota through academic path is also increased.

The widespread of fake SKTM letters In Bandung City occurred to manipulate entrance selection system to state schools. Students who have the SKTM letters will be prioritized to be enrolled to state schools compared to other students who take the common academic selection. To investigate the fake SKTM letter uses, the Bandung City Government has worked with the police office to take a legal action.

The Bandung City Education Agency Head Elih Sudiapermana said the fake SKTM letters had been used to register to state junior high schools and senior high schools or vocational high schools. For junior high school in Bandung City, from the quota of 40 thousand new students, 58 percent of them used the SKTM letters. Compared to senior high school and vocational high school, poor students who registered to junior high schools have soared from last year’s number. As a result, the quota of students from the academic path had been cut.

The Bandung Mayor’s Letter of Decision on the 2015 New Student Registration stipulates a minimum of 20 percent quota for poor prospective students. The actual number could be higher. Poor students who are not accepted at state schools will be channeled to private schools. They will be subsidized and waived from all kinds of school fees.

Bandung Extends New Student Registration Period

Bandung Extends New Student Registration Period

IPK Tinggi Mudah Kerja

Media Indonesia, halaman 11

Mahasiswa yang lulus dengan indeks presti kumulatif (IPK) minimal 3,25 ke atas cenderung diminati perusahaan besar di Indonesia. Untuk itu, dalam menjalankan proses studinya, para mahasiswa disarankan serius belajar agar meraih IPK tinggi pada saat tamat nanti.

Alasan perusahaan besar mematok syarat melamar kerja dengan IPK 3,25 ialah untk mencari ‘bibit terbaik’ dan efisiensi administrasi. Hal itu diungkapkan CEO karir.com, Dino Martin, berdasarkan program MT Academy yang dijalankan karir.com setahun belakangan ini.

MT Academy ialah program pencarian bibit unggul di universitas terkemuka di Indonesia yang dimiliki karir.com dengan menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di bidang perbankan, consumer good, marketing, dan pertambangan.

Dino mengatakan, perusahaan di Indonesia telah meninggalkan beberapa pola lama dalam merekrut pegawai, seperti berdasarkan ras dan agama. Perusahaan kini lebih mengutamakan keahlian. Namun, ada sejumlah pola perekrutan lama, seperti lebih mengutamakan calon pegawai dari empat universitas terkemuka, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjadi favorit perusahaan besar. Bahkan, beberapa bank terkemuka memprioritaskan kuota rekrutan dari IPB, padahal ilmunya lebih ke arah pertanian.

Meski demikian, IPK tinggi juga tidak berarti jaminan diterima perusahaan besar karena mereka cenderung susah diatur dan terlalu kritis dan kerap pindah kerja. Oleh karena itu, banyak perusahaan konsultan pencari kerja menyertakan tes perilaku dan mencari kemampuan soft skill calon pekerja, seperti kemampuan kepemimpinan, kejujuran, bahasa asing, dan kerja tim.

High GPA Eases Job Findings

Media Indonesia, page 11

Students who are graduated with a minimum of Grade Point Average (GPA) of 3.25 or above tend to be more desired by big companies in Indonesia. As a consequence, it is suggested that students to study harder to get higher GPAs.

The reasons of big companies to set a minimum of GPA of 3.25 as an application requirement are to search the best talents and administration efficiency. It was asserted by the karir.com CEO Dino Academy referring to the MT Academy Program carried out by karir.com within one year.

MT Academy is a search program of talents graduated from Indonesian prominent universities managed by karir.com, in cooperation with a number of big companies in banking, consumer good, marketing and mining sector.

Dino said companies in Indonesia had left old considerations in employee recruitment, such as races and religions. Rather, now they are getting to prioritize expertise more. However, some old recruitment criteria still exists, among others a preference to candidates from four noted universities: the University of Indonesia (UI), Gadjah Mada University (UGM), Bandung Institute of Technology (ITB) and Bogor Institute of Agriculture (IPB). Moreover, several leading banks favor IPB graduates to be recruited although their core knowledge is more on agriculture.

However, high GPA is not a guarantee to be employed by big companies since the high-GPA students tend to be more difficult to manage, too critical and easy to move to other companies. To deal with the situation, a number of talent search executives have included behavior test and examined candidates’ soft skills such as leadership, integrity, foreign language proficiency and teamwork skills.

High GPA Eases Job Findings

High GPA Eases Job Findings

Pemerintah Kembangkan E-Learning

Media Indonesia, halaman 11

Pemerintah mengembangkan dan menerapkan sistem e-learning dalam proses belajar untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Akademik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Paulina Pannen. Menurut dia, dengan mengacu pada pendidikan di luar negeri yang sudah menerapkan sistem e-learning sebagai solusi untuk memajukan pendidikan, pemerintah Indonesia saat ini giat menyosialisasikan e-learning kepada berbagai universitas.

Paulina menyebut, tantangan yang dihadapi dalam penerapan e-learning antara lain, adalah bagaimana sistem itu bermanfaat dengan tetap menjamin kualitas yang sama dengan pendidikan di dalam kelas dan menambah kapasitas kampus baik secara internal maupun eksternal.

Menurut dia, saat ini mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa jenjang S-1 sebanyak 50 mata kuliah. Jika e-learning diberdayakan, ada beberapa mata kuliah yang dapat dimasukkan ke kurikulum e-learning. Mata kuliah itu, antara lain, mata kuliah dasar umum, dan mata kuliah terkait statistik dan riset. Dengan demikian, sudah 12 persen dari total mata kuliah untuk mahasiswa S-1 yang dapat diberlakukan secara online.

Paulina menambahkan, dengan sistem e-learning, para dosen akan semakin terbantu karena tidak harus seratus persen bertatap muka dengan mahasiswa. Agar para dosen terbantu dalam pemantauan sistem belajar mahasiswanya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menganjurkan setiap dosen untuk memiliki tutor di setiap kelasnya.

Government Develops E-Learning

Media Indonesia, page 11

The government develops and applies e-learning system in learning process to promote Indonesia’s education. It was conveyed by the Research, Technology and Higher Education Ministry’s expert staff for academic affairs Paulina Pannen. According to her, by referring to education in other countries which already applied e-learning system as a solution to promote education, now the Indonesian government is actively socializing the e-learning to universities.

Paulina mentioned a number of challenges in the e-learning implementation, among others how the system could be beneficial by ensuring the same level of quality with face-to-face learning in the classrooms and increase the universities’ seat capacity.

According to her, currently there were 50 subjects which must be completed by S-1 Degree students. By applying the e-learning, there are some subject those can be included into the e-learning curriculum, among others general subjects (MKDU) and statistical and research-related subjects. By doing so, 12 percent of total subjects for S-1 Degree students can be delivered by online.

Paulina added that lecturers would also be supported by the e-learning system since they do not need to have a 100-percent face-to-face learning with their students anymore. To assist lecturers to monitor their students’ learning, the ministry recommended lecturers to have one tutor in each of their class.

Government Develops E-Learning

Government Develops E-Learning

Pengelolaan SMA dan SMK di Bekasi bakal Diambil Alih Provinsi

Indopos, page 14

Dinas Pendidikan Kota Bekasi tengah mempersiapkan rencana pengambilalihan pengelolaan SMA dan SMK oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Prosesnya sudah melalui beberapa tahapan, yaitu dimulai dengan pendataan termasuk mendata aset sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Latief Nurbaya, mengatakan, tahapan sekarang Pemprov Jabar telah mendata pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), jumlah murid SMA dan SMK, aset sekolah serta pembiayaan dari setiap Kabupaten/Kota.

Terkait kebijkan baru ini, Disdik Kota Bekasi menyatakan tidak keberatan atas aturan tersebut karena bukan merupakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Pemprov Jabar merupakan provinsi yang paling progresif dalam implementasi UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Pengambilalihan itu akan berjalan efektif karena anggaran Pemprov Jabar lebih besar dibanding dengan kemampuan anggaran APBD kabupaten/kota.

Pengelolaan yang diambil alih tersebut antara lain, pembangunan infrastruktur sekolah dan anggaran operasional di tingkat SMA/SMK. Nantinya, Disdik kabupaten/kota setempat hanya konsentrasi dalam pengembangan pendidikan tingkat SD dan SMP saja. Selama ini pengelolaan SMA/SMK dinilai tumpang tindih antara Pemkot dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat.