Terancam Krisis Guru

Jawa Pos, halaman 25

Jumlah guru di Jakarta saat ini masih kekurangan. Kondisi itu diperkirakan makin parah. Sebab, maksimal tiga tahun lagi, sekitar 40 persen guru di DKI Jakarta memasuki usia pensiun.

Kepala Seksi SDM Pendidik Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bahtiar Hutahaean menyatakan, guru kelas dan guru mata pelajaran tingkat SD di Jakarta saat ini berjumlah 16.128 orang. Selain itu, 8.865 guru mata pelajaran di SMP. Sisanya, 4.291 guru mata pelajaran di SMA dan 2.257 guru SMK.

Saat ini, kekurangan guru SD diatasi dengan tambal sulam. Dinas menggabungkan sejumlah sekolah sehingga kekurangan jumlah guru masih bisa diatasi. Selain itu, kepala sekolah mengangkat sejumlah guru honorer.

Kekurangan terasa di jenjang SMP dan SMA. Untuk sementara, kebutuhan bisa dipenuhi dari guru honorer K2 dan guru bantu. Untuk mengantisipasi kekurangan guru pada 3-4 tahun ke depan, dinas telah merekrut CPNS tenaga pendidikan, yaitu 350 CPNS dari jalur umum, pengangkatan guru bantu, dan 207 CPNS K2 tahap 1.

 

Teacher Crisis Haunted

Jawa Pos, page 25

Nowadays Jakarta still lacks teachers. It is estimated that the situation will be deteriorated since in the next three years, 40 percent of teachers in DKI Jakarta Province will retire.

The DKI Jakarta Provincial Education Agency’s Teacher and Human Resources Section Head Bahtiar Hutahaean asserted the current number of homeroom and subject teachers at the elementary school level in Jakarta was 16,128 teachers. In addition, there are 8,865 subject teachers at the junior high school level. The remaining are 4,291 subject teachers at the senior high school level and 2,257 vocational high school teachers.

So far, the lack of elementary school teachers is resolved by ad-hoc solutions. Among others, the education agency merges a number of schools so that the teacher shortage can be resolved. Aside from it, school principals also recruit honorary teachers.

The lack of teachers also occurs at the junior and senior high school level. Temporarily, the shortage can be covered by utilizing K2 honorary teachers and teacher assistants. To anticipate the lack of teachers in the next 3 to 4 years, the agency has recruited civil servant candidate (CPNS) teachers which comprised of 350 CPNS from the public recruitment, the promotion of teacher assistants and 207 CPNS K2’s Stage 1.

Teacher Crisis Threatened

Teacher Crisis Haunted

Penelitian Ilmiah Berkembang

Kompas, halaman 12

Karya ilmiah yang digagas peneliti remaja di Indonesia semakin berkembang. Tak hanya penelitian di bidang pengetahuan hayati dan teknik, penelitian di bidang kependudukan, kebumian, dan maritim juga mulai bermunculan.

Laksana Tri Handoko, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) sekaligus Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan, jumlah proposal yang diajukan naik dari 1.700 menjadi 2.401 proposal. Hal itu ia ungkapkan dalam Acara Pengumuman Lomba dan Malam Penganugerahan Lomba Karya Ilmiah Remaja ke-47 dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-8, Kamis (27/8) di Jakarta.

Selain itu, kreativitas dan inovasi yang ditawarkan oleh remaja juga semakin berkembang. Sebagai contoh, muncul inovasi baru berupa teknologi robot pembersih udara bernama AS-HUR. Robot itu mampu mensterilkan udara yang terpolusi.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan, ide kreatif remaja Indonesia perlu terus didukung. Ia berharap generasi muda terus melakukan penelitian hingga di perguruan tinggi.

Scientific Research Flourishes

Kompas, page 12

Scientific innovation initiated by teenage researchers in Indonesia is getting developed. Aside from research in the fields of biology and engineering, research in the fields of demography, geology and maritime also flourishes.

The Youth Science Competition (LKIR) Jury Panel Chairman who is also the Indonesian Institute of Sciences’ (LIPI) Engineering Department Deputy Laksana Tri Handoko said the number of submitted proposals had increased from 1,700 to 2,401 proposals. It was conveyed by him in the 47th Youth Science Competition Award and the 8-th National Young Inventor Award on Thursday (8/27) in Jakarta.

In addition, the young researchers’ creativity and innovation are also getting advanced. For instance, there is a new innovation in the form of air cleaner robot technology namely AS-HUR. The robot is able to sterilize polluted air.

LIPI Head Iskandar Zulkarnain asserted the Indonesian teenage creative ideas must be continuously endorsed. He expected the young generation continue to carry out research until they pursue higher education in universities.

Scientific Research Flourishes

Scientific Research Flourishes

UNESCO Apresiasi 14 Tokoh

Kompas, halaman 11

Dinamika pendidikan di Indonesia tak lepas dari sumbangsih ide pemikiran dan komitmen tiada henti para tokoh “di balik layar”. Hasilnya, Indonesia bukan lagi negara dengan 90 persen jumlah orang buta huruf seperti 70 tahun lalu. Bangsa ini berutang budi pada mereka.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Anies Baswedan dan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman setelah pemberian “Penghargaan kepada Tokoh Nasional yang berjasa dalam Program UNESCO” di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (27/8). Anies menyerahkan penghargaan kepada 14 tokoh nasional di bidang pendidikan, sains, kebudayaan, dan komunikasi yang dinilai berjasa pada program-program UNESCO. Penghargaan itu diberikan dalam rangka 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang menjadi anggota komisi global pembiayaan pendidikan yang merupakan hasil KTT Pendidikan di Oslo, Norwegia, pekan lalu. Bersama tiga negara lain, Indonesia akan bekerja sama mengembangkan pendidikan agar menjadi agenda utama pembangunan dunia. Komisi pendidikan yang dipimpin mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown itu beranggotakan Indonesia, Malawi, Norwegia, dan Cile, dan Direktur Jenderal UNESCO.

UNESCO Appreciates 14 Figures

Kompas, page 11

Education dynamics in Indonesia cannot be disconnected to the contribution of ideas and continuous commitment from some behind-the-scene figures. The result is nowadays Indonesia is no longer a country with 70 percent illiteracy rate like 70 years ago. Indeed, this nation owes them.

The statement was conveyed by Education and Culture Minister Anies Baswedan and the Indonesia National Commission for UNESCO Chairman Arief Rahman after the “Appreciation to the National Figures Contribute to the UNESCO’s Programs” Award Ceremony in the Education and Culture Ministry Building in Jakarta on Thursday (8/27). Anies handed the award to 14 national figures in the field of education, science, culture and communications deemed meritorious to the UNESCO’s programs. The appreciation was awarded in conjunction with the 70th Indonesian Independence Day.

Meanwhile Indonesia is the only Asian country who becomes the Education Financing Global Commission member as one result of the Education Summit held in Oslo, Norway, last week. Along with the three other countries, Indonesia will collaborate to develop education to be the main global development agenda. The education commission led by former British Prime Minister Gordon Brown has Indonesia, Malawi, Norway, Chile and UNESCO Director General as its members.

UNESCO Appreciates 14 Figures

UNESCO Appreciates 14 Figures

Jelang MEA 2016, Univeritas Terbuka Kerjasama dengan UNESCO

www.tempo.co

Universitas Terbuka (UT), membuka proqram Massive Open and Online Courses (MOOCs) ASEAN Studies, dengan bekerjasama dengan UNESCO. Pembukaan program MOOCs tersebut dilakukan dalam wujud seminar nasional dengan mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Indonesia dalam komunitas ASEAN 2015”.

Ketua panitia seminar Made Yudhi Setiani menyampaikan, pemberlakuan MEA merupakan momentum yang baik untuk melakukan perbaikan-perbaikan khususnya pada sektor pendidikan agar Indonesia mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi. Salah satu upaya dari UT yakni, dengan bekerjasama dengan UNESCO untuk memberikan kontribusi pada pengembangan SDM terkait MEA dengan menawarkan program MOOCs.

Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir yang turut hadir dalam seminar tersebut memberikan apresiasi kepada UT atas kontribusinya pada sektor pendidikan. Hal itu dilakukan agar Indonesia mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi.

Selain itu, harapan diadakannya seminar tersebut juga sebagai wadah bertukar pengalaman dan pikiran sesama peserta, sehingga dapat dimanfaatkan dalam rangka mengembangkan pemikiran dan penelitian mengenai peluang dan tantangan Indonesia dalam komunitas ASEAN 2015.