Para Pemikir Muda Meriahkan Kompetisi Ilmu Pengetahuan di Jakarta

The Jakarta Post, halaman 2

Sebanyak tiga puluh pemikir muda yang menyandang gelar sarjana beradu ide dalam ajang “Falling Walls Lab”, Selasa (27/9) yang diselenggarakan oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst German Academic Exchange Service (DAAD) dan Universitas Indonesia (UI). Mereka bersaing untuk meraih kesempatan mendapat tiket akomodasi ke Berlin.

Para pemikir muda tersebut berlatar belakang sarjana S-1, Sarjana S-2, kandidat gelar PhD, peneliti post-doctoral dan pengusaha. Mereka diberi kesempatan selama tiga menit untuk mempresentasikan proyek penelitian, model bisnis dan inisiatif sosial mereka di hadapan tujuh anggota dewan juri dan penonton.

Mereka berasal dari berbagai bidang keilmuan, seperti teknik mesin,teknologi dan informasi, arsitektur dan sains.

Salah seorang kontestan, Liana Christiani, yang menyelesaikan gelar PhD-nya di Kyushu University, Jepang, terbang ke Indonesia hanya untuk mengikuti ajang kompetisi ini. Ia mengatakan,sebelumnya ia telah mengikuti kompetisi serupa di luar negeri, dimana sebagian besar pesertanya berasal dari negara-negara maju. Mereka berlomba untuk menghasilkan ide-ide yang dapat berguna bagi negara mereka.

Liana menjelaskan, sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki kesempatan untuk menggunakan energi hidrogen sebagai sumber energi alternatif. Karena, penggunaan energi tersebut memanfaatkan teknologi hijau yang sangat efisien. Liana menambahkan, teknologi sel bahan bakar, yang digunakan secara langsung untuk mengubah hidrogen menjadi listrik, sangat efisien dan dapat digunakan untuk berbagai macam penerapan seperti untuk pembangkit listrik, mobil dan smartphone.

Namun, ia mengatakan, sel bahan bakar hanya populer di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat dan Jerman. Hal ini, lanjutnya, masih menjadi tantangan untuk mengembangkan sel bahan bakar dan melakukan penelitian di negara-negara berkembang seperti Indonesia karena memerlukan investasi yang besar.

Ia mengatatakan, biaya untuk membuat membran polimer sangat tinggi, yaitu hampir setengah dari keseluruhan biaya pembuatan sel bahan bakar. Oleh sebab itu, ia memamerkan dalam presentasinya bahwa ia telah menemukan sebuah terobosan dengan membuat membran polimer dengan biaya yang lebih murah.

kerja keras Liana akhirnya terbayar. Dewan juri memutuskan untuk memiliha dia sebagai pemenang pertama dalam ajang kompetisi tersebut.

Pemenang kedua diraih oleh Dian Prayogi Susanto, yang memamerkan alat kontrol otomatis yang dapat memperoleh informasi yang tepat tentang tanaman, sehingga tanaman tersebut dapat diberikan perawatan yang diperlukan.

Salah satu alat, yaitu sensor taman Habibi, dapat membaca suhu, nutrisi, kadar air, intensitas cahaya tanaman dan kelembapan tanaman. Alat ini terhubung dengan alat lainnya yaitu pompa dosis Habibi, yang dapat memberikan tanaman sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Dua pemenang ajang kompetsisi tersebut akan melakukan perjalanan ke Berlin untuk bersaing mendapatkan hadiah uang tunai dalam ajang Lab Finale tingkat dunia pada 8 November.

Mereka kemudian akan bergabung dalam ajang internasional Falling Walls Conference pada 9 November. Dalama ajang itu, beberapa ilmuwan terkemuka di dunia akan mempresentasikan penelitian mereka selama 15 menit.

Irene Jansen, direktur DAAD Regional Office Jakarta, mengatakan, mereka mencari ilmuwan muda Indonesia yang memiliki ide-ide inovatif dan dapat menjadi pelopor dalam memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi dunia saat ini.

Uras Siahaan, anggota dewan juri dan dosen di bidang arsitektur dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, memuji kemampuan semua peserta karena berhasil menyajikan ide-ide inovatif mereka dalam waktu yang cukup terbatas. Ia mengatakan, meskipun beberapa dari ide mereka masih merupakan angan-angan, namun beberapa ide lainnya bisa benar-benar diterapkan di dunia nyata.

Young minds rock Jakarta science slam

The Jakarta Post, page 2

Thirty young scholars pitted their ideas against each other on Tuesday at the “Falling Walls Lab” science slam, an event hosted by the German Academic Exchange Service (DAAD) and University of Indonesia, competing for the chance to fly to Berlin.

The participants — including Bachelor’s and Master’s students, PhD candidates, postdoctoral researchers and entrepreneurs — were given three minutes to present their research projects, business models and social initiatives in front of seven jury members and an audience.

They came from various fields, such as mechanical engineering, information and technology, architecture and science.

One of the contestants, Liana Christiani, who is completing her PhD at Kyushu University in Japan, flew to Indonesia just to join the competition. She said she had joined similar competitions abroad previously in which most participants were from developed countries who were inventing ideas for the benefit of their own countries.

She explained that Indonesia, as a developing country, had the opportunity to use hydrogen energy as an alternative energy source because it was a highly efficient green technology. Fuel cell technology, which is used to convert hydrogen directly into electricity, is very efficient and can be used for a wide range of applications such as for power plants, cars and smartphones, she added.

However, fuel cells are only popular in developed countries like Japan, the US and Germany. It is still a challenge to develop fuel cells and carry out research in developing countries like Indonesia because a large investment is required, she said. She said, fuel cell membrane makes up almost half of the whole cost of a fuel cell due to the high cost of the polymer. Therefore, she showed in her presentation that she has found a breakthrough approach to making polymer membranes used for fuel cells cheaper.

Liana’s hard work has paid off. The panel of jurists chose her as the first winner of the competition.

The second winner was Dian Prayogi Susanto, who showed off his automatic control devices that can obtain precise information about plants so that they can be given the necessary care.

One device, called the Habibi garden sensor, can read a plant’s temperature, nutrition, moisture, light intensity and humidity. The device is connected with another called the Habibi dosing pump, which is able to provide plants with what they need.

The two winners will travel to Berlin to compete for a cash prize at the global Lab Finale on Nov. 8.

They will join the international Falling Walls Conference on Nov. 9 where some of the world’s prominent scientists will present their research in 15 minutes.

Irene Jansen, the director of the DAAD Regional Office Jakarta, said that they are looking for young Indonesian scientists who have groundbreaking and innovative ideas that could solve various problems the world is facing.

Uras Siahaan, a jury member in the competition and lecturer in the field of architecture from the Jakarta-based Indonesian Christian University (UKI), applauded all the participants for their ability to present their innovative ideas in such a limited time. She said, some of their ideas are wishful thinking, but some others could actually be implemented in the real world.

the-jakpost_yong-minds-rock-jakarta-science-slam

Kemendikbud Apresiasi Penggerak PAUD

Media Indonesia, halaman 10

Partisipasi masyarakat dalam meningkatkan akses dan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dinilai layak mendapat penghargaan. Sejauh ini, akses terhadap PAUD meningkat pesat dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional 70,1%. Hal dimungkinkan karena peran dan inisiatif nyata dari masyarakat yang sangat besar.

Hal itu diungkapkan Direktur Jendreal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar, dalam acara konferensi pers di Kemendikbud. Ia mengimbau agar pemerintah daerah, masyarakat sipil, pengusaha, komunitas, dan perseorangan terus bersinergi meningkatkan kualitas layanan PAUD guna memastikan bahwa setiap anak usia dini mencapai potensi tumbuh kembangnya secara optimal.

Direktur PAUD Kemendikud Ella Yulaelawati mengatakan, guna mengapresiasi penggerak PAUD tersebut, pihaknya menggelar kegiatan Anugerah PAUD Tingkat Nasional pada tahun 2016 bertema Gerakan Nasional PAUD Berkualitas: Memberikan awal terbaik bagi masa depan anak. Anugerah yang merupakan penghargaan kepada guru, ketua gugus, dan juga bunda PAUD ini akan berlangsung pada hari Kamis (29/9).

Kemendikbud Praises PAUD Initiator

Media Indonesia, page 10

The participation of society in improving access and the quality of early childhood education (PAUD) deserves an award. To date, the access to PAUD has increased the national Gross Enrollment Ratio (GER) to 70.1%. Society has played a major role and shown real initiative in making this possible.

This was revealed by Directorate General of PAUD and Society Education of Kemendikbud, Harris Iskandar at a press conference at Kemendikbud. He invited local government, civil society, entrepreneurs, communities and individuals to continue improving the quality of PAUD services to ensure that every child can reach their optimum growth potential during their early ages.

Director PAUD of Kemendikbud, Ella Yulaelawati, said that in order to show their appreciation towards PAUD initiators, her department will hold an event of National PAUD Award this year with a theme of Gerakan Nasional PAUD Berkualitas: Memberikan awal terbaik bagi masa depan anak. This award to be held on Thursday (29/9) is dedicated for teachers, group heads and mothers.

media-indonesia_kemendikud-apresiasi-penggerak-paud

 

Sekolah Inklusi Ikut FDS

Republika, halaman 4

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan penerapan penguatan pendidikan karakter (PPK) atau full day school pada 500 sekolah di seluruh Indonesia. Bahkan, Kemendikbud juga menunjuk sejumlah sekolah inklusi menerapkan program PPK.

Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budiman, Selasa, (27/9), mengatakan, sudah ada beberapa sekolah inklusi yang ikut piloting. Namun, ia belum dapat merinci di mana saja sekolah inklusi yang menjadi target program PPK. Kemendikbud mempertimbangkan alasan masuknya sekolah inklusi, yakni mewakili keberagaman.

Sementara itu, Arie mengungkapkan, untuk anak berkebutuhan khusus yang berada di sekolah inklusi, penerapannya akan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Saat ini, lanjutnya, Kemendikbud juga tengah menyiapkan pelatihan maupun modul penerapan PPK bagi guru-guru di sekolah inklusi. Program awal PPK belum akan diterapkan pada SLB.

Secara terpisah, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya akan menerapkan program pendidikan karakter sebagai bekal bagi siswa yang ingin memasuki dunia kerja atau berwirausaha dan melanjutkan pendidikan selanjutnya. Pengembangan PPK ditujukan agar masing-masing siswa dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan dan keunggulan masing-masing.

Inclusive Schools Will Also Implement FDS

Republika, page 4

Ministry of National Education (Kemendikbud) is planning to implement the strengthening of character building (PPK) or full day school at 500 schools across Indonesia. In addition, Kemendikbud has also appointed certain inclusive schools to implement this program.

Expert Staff of Mendikbud for Character Building, Arie Budiman, said on Tuesday (27/9) that there were some inclusive schools that take part in the pilot project. However, he did not provide details on which inclusive schools will be a target for the PPK program. One of the consideration of Kemendikbud for including inclusive schools is that it will represent diversity.

Arie added that the implementation will be adjusted for students with disabilities who study at inclusive schools based on their condition. Kemendikbud is currently preparing training and modules of PPK implementation for teachers at inclusive schools. This early program of PPK will not be implemented in special schools (SLB), however.

Mendikbud Muhadjir Effendy, on a different occasion, said that his Ministry will implement this character building program as a basis for students who want to enter the working world or entrepreneurship and continue their education. The development of PPL aims at personal development so that students can improve themselves according to their particular skills and excellence.

republika_sekolah-inklusi-ikut-fds

Kemendikbud Seleksi 500 Sekolah untuk Uji Coba Full-Day School

www.thejakartapost.com

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyeleksi 500 sekolah dasar dan menengah di Jakarta untuk mengikuti uji coba program sekolah seharian penuh (full-day school). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang memperkenalkan program tersebut pada bulan lalu, mengatakan, ia dengan senang hati menyambut sekolah yang secara sukarela mengajukan diri dalam pendaftaran uji coba.

Ia menambahkan, dengan rencana program itu, perpanjangan jam belajar di sekolah sebagian besar akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan karakter. Lebih lanjut, program tersebut diyakini akan menjamin keselamatan siswa dari hal-hal yang tidak diinginkan hingga orangtua mereka selesai bekerja.

Muhadjir juga mengatakan bahwa rencana tersebut bukan berarti para siswa akan menghabiskan waktu belajarnya dalam suasana kelas normal, namun, mereka akan dilibatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka mengembangkan karakter dan talenta yang mereka miliki. Siswa tidak akan langsung pulang begitu jam kelas normal berakhir, mereka akan dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan yang berkaitan dengan pengembangan karakter, kepribadian, dan potensi mereka.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya mendukung program full-day school yang akan memperkuat karakter siswa, yang antara lain membawa dampak bagi menguatnya wawasan kebangsaan, munculnya perilaku positif, kesopanan, etika, dan nilai-nilai agama.

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2016/09/27/national-scene-ministry-selects-500-full-day-school-trial.html