Profesi Guru Terbuka untuk Sarjana Nonkependidikan

Kompas, halaman 12, Rabu, 19 April

Profesi guru tidak lagi mutlak dilakoni oleh sarjana kependidikan dari lembaga pendidik tenaga kependidikan. Peluang untuk menjadi guru profesional di jenjang pendidikan anak usia dini hingga menengah sudah terbuka untuk sarjana nonkependidikan. Hal itu diungkapkan Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani, di Jakarta, Selasa (18/4).

Paristiyanti menjelaskan, guru yang berada di sekolah haruslah guru profesional yang menjalani pendidikan profesi guru (PPG). Mulai tahun ini, calon guru yang ikut PPG tidak lagi dari peserta Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

Menurut Paristiyanti, sekitar lima tahun, calon guru profesional diseleksi lewat program SM3T yang bertugas mengabdi satu tahun di daerah 3T. Lalu, mereka diberi beasiswa pendidikan PPG berasrama selama satu tahun di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) pemerintah. Mereka inilah yang diprioritaskan menjadi guru PNS, termasuk melalui Guru Garis Depan untuk mengisi kekurangan guru di daerah 3T.

Paristiyanti menambahkan, dari evaluasi selama ini, guru SM3T itu tidak sesuai ketentuan. Sebab, mereka belum punya sertifikat pendidik, tetapi sudah mengajar di sekolah. Mulai tahun ini, PPG SM3T ditiadakan dan akan dikembangkan model PPG reguler yang baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s