Perguruan Tinggi Krisis Dosen

Republika, halaman 4

Postur komposisi dosen di perguruan tinggi belum bisa dikatakan ideal. Bahkan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyebut Indonesia mengalami krisis dosen. Dirjen Sumber Daya Iptek Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan, dosen merupakan komponen sivitas akademika atau keluarga besar kampus yang sangat penting. Perguruan tinggi menjadi bagus atau tidak bagus, tergantung dengan kualitas dosen yang mengajar.

Namun, lanjut Ghufron, jika melihat posisi atau deskripsi dosen, hal itu kurang menggembirakan karena baru ada 5.389 profesor. Indonesia seharusnya memiliki 22 ribu profesor untuk mengajar di perguruan tinggi. Jumlah itu, setara dengan jumlah program studi yang ada, yakni sekitar 23 ribu.

Sementara itu, Ghufron menyebut, tercatat jumlah dosen lulusan S1 sebanyak 34.933 orang. Seharusnya, dosen-dosen yang mengajar S1, D3 dan D4, minimal menempuh jenjang pendidikan S2. Ketentuan ini sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kemudian, untuk jenjang S3, tercatat ada 25.394 dosen, seharusnya ada 30 ribu.

Ghufron menyebut, berdasarkan data, sebanyak 1.200-2.000 dosen akan pensiun setiap tahun. Sehingga, apabila menghitung hingga enam tahun mendatang, setidaknya ada 9.000an dosen pensiun. Sementara formasi tidak pernah ada dalam waktu tiga tahun belakangan. Oleh karena, Ghufron menambahkan, Kemristekdikti berkomitmen meningkatkan jumlah tenaga pendidik atau dosen, dan ilmuan melalui sejumlah skema beasiswa pascasarjana (S2 dan S3).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s